Selasa, 17 Juli 2012

Tuhan Dan Energi


Di dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang ketetapan Allah, diantaranya ayat-ayat dibawah ini :

Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). (YUNUS ayat 82)

Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya (AL QAMAR  ayat 3)

Allah tidak berawal dan berakhir, Allah adalah Tuhan yang Maha Kekal. Lalu apakah energi itu kekal?.

Hukum kekekalan energi :
Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan dan hanya dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain.

Hukum diatas seolah olah berarti energi itu tidak berawal dan berakhir karena tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Padahal yang tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan itu adalah Tuhan.

Dalam pandangan Islam segala sesuatu selain Allah berarti diciptakan. Lalu apakah Energi diciptakan?. Tentu jawabannya benar. Mengapa?. Karena energi itu timbul karena rumus tentunya :

1 Joule = 1 kg m2/s2 = 1 kg dikalikan kecepatan kuadrat.
1 joule = 1 newton meter (simbol: N.m).


Sedangkan Tuhan tidak ada rumusnya!

Sebuah pemisalan sederhana:
Ada sebuah bendungan dengan isi 5 ribu kubik, dengan air yang energinya seupama 500 ribu Joule (sok ahli fisika). Lalu dikeluarkan melalui Turbin sehingga menghasilkan 1000 joule lewat turbin. Jika energi cuma pindah tempat seharusnya energi potensial air di bendungan menjadi 499 ribu joule. Tetapi ketika air yang mengalir ke turbin dikumpulkan lagi ke bendungan (isi kembali 5 ribu kubik) tetep saja energi potensial air tetap 500 ribu joule. Dan bisa digunakan untuk menghasilkan energi lewat turbin lagi .

Dari penjelasan diatas jelas bahwa Air bendungan memiliki energi awal untuk menggerakkan dan akan tetap jumlahnya. Tetapi itu bukanlah kekekalan energi tetapi ketetapan energi. Maksudnya begini. Allah adalah kekekalan, semua yang ada adalah ciptaan Allah. Dalam menciptakan sesuatu Allah memberi ketetapan Energi pada masing-masing ciptaannya. Seperti energi manusia yang kadang kuat dan kadang lemah, dimana ada ketetapannya.

Jadi pada intinya kekekalan energi itu tidak ada, karena energi akan selalu berubah mengikuti perubahan keadaan disekelilingnya. Misalnya energi yang dibutuhkan pesawat ruang angkasa saat di bumi dan saat diruang angkasa tentu berbeda. Itu semua tergantung dari ketetapan Allah dimana faktor penentu sudah ditetapkan ukurannya. Misalnya saja soal kecepatan yang punya pengaruh besar pada energi tentu sudah ditetapkan Allah bahwa kecepatan di bumi dan di ruang angkasa memiliki ketetapan sendiri.
 

Copyright © review of religions Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger