Ajaran Manunggaling Kawula Gusti (Tuhan & Manusia Menyatu) Yang Sebenarnya

 KETIKA TUHAN DAN MANUSIA BERSATU

 


Anda terutama yang dari Jawa tentu tahu mengenai konsep Manunggaling Kawula Gusti, yaitu sebuah konsep yang memahami bahwa Tuhan dan Manusia itu satu, sehingga melahirkan pemahaman ekstrim bahwa Manusia adalah Tuhan itu sendiri. Konsep ini mirip dengan paham agama Hindhu secara umum. Dalam pemahaman agama Hindhu (secara umum) melahirkan paham bahwa segala sesuatu adalah Tuhan.  Tetapi adalah suatu hal yang aneh jika agama Hindhu menganggap segala sesuatu adalah Tuhan tetapi mereka meyakini konsep AVATAR. Mengenai apa itu Avatar bisa anda BACA DISINI

Konsep itu di Jawa populer saat Syekh Siti Jenar (Siekh Lemah Abang, Lemah = Tanah, Abang = Merah) mulai mengajarkan ajaran tersebut di Tanah Jawa yang berakhir bentrok dengan para wali 9 dan akhirnya dihukum mati. Di Timur Tengah yang mempopulerkan paham ini  antara lain Al-Halaj.

Pemahaman ini secara tidak langsung juga mempengaruhi teologi agama Kristen, hal inilah yang akhirnya melahirkan konsep Trinitas (dalam pandangan umum), secara umum umat Kristen beranggapan bahwa ada 3 Tuhan dalam 1. Ada Tuhan Bapa, Yesus dan Roh Kudus, semuanya tiga tapi satu. Ini adalah pemahaman yang umum. Padahal kalau dikaji lebih jauh Trinitas tidak mengajarkan 1 pribadi tetapi 1 tujuan. BACA DISINI

Dalam pandanganku konsep ini lahir sebagai akibat ketidakmampuan manusia menelaah Tuhan secara fisik. Misalnya begini, kita meyakini bahwa Tuhan itu Maha Besar (kita biasanya berfikir secara fisik tentunya). Kalau anda berfikir Tuhan berada di dalam Surga dan main petak umpet pastilah Tuhan terlihat kecil, karena Tuhan berada didalam ruang (Alam). Padahal Tuhan seharusnya diluar ruang karena yang Maha Besar. Tetapi dalam pandangan manusia selalu ada batas luar dari sesuatu. Jika Tuhan Maha Besar sampai mana ujungnya?. Pastilah tak berujung seperti halnya alam semesta yang tak berujung. Jika anda berada didalam botol, maka botol adalah batasnya tetapi diluar botol ternyata ada ruang lagi mungkin ruang dalam dapur, dan dapur ada batas lagi yaitu bangunan, dan diluar bangunan ada ruang lagi begitu seterusnya.

Mungkin anda berfikir bisa saja Tuhan mengecilkan diri-NYA karena Tuhan Maha Kuasa, dan sebaliknya bisa membesarkan diri-NYA seluas angkasa, begitu kan?. Tetapi itu seharusnya hal yang mustahil. Karena itu seperti Alam Semesta ini dikompres diperkecil saat Tuhan mengecil dan di paksa melar/mekar saat Tuhan membesar, tentu akan mengakibatkan kerusakan yang besar, yang analoginya bisa anda pahami dari proses terjadinya hari kiamat BACA DISINI, Itulah mengapa Islam memposisikan Tuhan sebagai Tiada yang menyamai-NYA BACA DISINI

Berbeda dengan Agama Hindhu (secara umum) Jika Hindhu menganggap segala sesuatu adalah Tuhan, maka Islam menganggap Segala sesuatu Milik Tuhan. Jadi ada perbedaan penekanan disitu.

Jika diibaratkan Tuhan itu adalah sebuah genangan air yang besar diatas atap rumah dan makhluk adalah tetesan dari air yang menetes dari atap itu. Tetapi secara eksistensi Air di atap dengan yang menetes tidaklah 1 air. Air yang menetes sudah memiliki identitasnya sendiri.  Karena ternyata sesama ciptaan Tuhan saling memakan. Misalnya Kucing makan Tikus, Harimau makan Babi Hutan, Manusia makan Ayam. Itu menandakan ada gaps atau ada batasan tertentu. Bahwa ada nyawa (ruh) yang berbeda-beda pada setiap makhluk. Yang mana masing-masing makhluk memakan yang lain untuk mengumpulkan energi. 

Nah Saat antara air masih diatas atap dan air yang sudah menetes itu ada sebuah GAP/Jarak diluar logika yang saya tandai sebagai X. Disaat itulah nalar manusia tidak akan pernah bisa melogikakannya. X inilah yang saya pahami sebagai "Sidratul Muntaha" BACA DISINI

LALU KONSEP MANUNGGALING KAWULA GUSTI (BERSATUNYA TUHAN DAN MANUSIA) ITU YANG BENAR BAGAIMANA?.

Jadi ingat firman Allah (Tuhan) bahwa ruh Allah melayang-layang di atas air. Kadang aku memikirkan ibarat Allah itu sebuah kolam dan kita manusia hidup menyelam didalam air itu.  Kita bayangkan bahwa air itu bukanlah air yang sebenarnya tetapi air kehidupan. kita hidup di dalam sebuah kehidupan yang maha luas. 

Di Ajaran Kristen ada  ayat :

Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku. Dan aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku supaya mereka sempurna menjadi satu agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku. (Yohanes 17 : 21-23)

Jawab Yesus : "Akulah dia, dan kamu akan melihat anak manusia duduk disebelah kanan Yang Maha Kuasa (Tuhan)...." (Markus 14:62)

Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Tuhan dan Manusia (Yesus) itu satu tetapi bukan satu Pribadi tetapi satu TUJUAN. Tujuan ke dalam kebenaran dan keselamatan Dunia Akhirat. 

Jadi pada hakekatnya Konsep Manunggaling Kawula Gusti itu yang benar adalah bahwa Tuhan dan Manusia itu SATU TUJUAN. Bukan satu Pribadi. Tuhan mengajarkan manusia untuk mencapai Keselamatan, Tuhan hadir dalam setiap ajaran-NYA.

APAKAH FIRMAN ITU TUHAN ? ===> BACA DISINI