Banyak
pemahaman yang berkembang di umat Muslim dimana menurut hadits kita
diusahakan untuk memberi salam saat masuk ke pemakaman. Karena menurut
hadits tersebut “mereka (ahli kubur) mendengar, melihat, mengetahui dan
membalas salam kita, akan tetapi kita tidak bisa mendengar mereka”.
Bahkan ada hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah bisa mendengar salam
kita.
Apa yang
dilakukan oleh banyak kaum muslim tersebut menurut pemahamanku tidak
sesuai dengan Al-Quran. Karena Allah dalam Al-Quran berfirman :
dan tidak
(pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati.
Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya
dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar . (FAATHIR ayat 22)
Semua
yang mati berada di alam kubur. Semua yang di alam kubur tidak dapat
mendengar. Kecuali jika Allah menghendaki. Tetapi ayat diatas menegaskan
bahwa yang di alam Kubur tidak akan dapat mendengar apa yang ada di
dunia.
Jadi
memberi salam kepada yang sudah mati merupakan suatu ajaran yang
percuma menurut pemahamanku. Dan meminta-minta di depan kuburan adalah
perbuatan syirik dan juga tindakan bodoh. Kalau ada kuburan yang bisa bicara sudah pasti itu makhluk halus yang ingin membuat kita menjadi syirik.
Ada teman muslim mempunyai pendapat sebagai berikut :
“Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan atas baginda Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya” Hal ini termasuk do’a kepada mereka yang telah meninggal, BUKAN meminta2 pada mereka yang sudah meninggal.
ya memang benar itu hanya sebatas do’a. Dan do’a itu tertuju ke Allah
semata. Kita jangan membayangkan bahwa Nabi Muhammad mendengar do’a kita.
Ada lagi teman muslim yang mempunyai pendapat sebagai berikut :
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.2:154″
karena salam itu doa… salahkah memberikan salam kepada orang yang sedang tidur? apa bedanya salam kepada orang yang mati? toh dua-dua hidup…. ?
Ayat ini konteksnya bahwa manusia yang meninggal sebenarnya hidup di alam setelah mati untuk menunggu hari kebangkitan.
Orang atheis beranggapan setelah mati ya mati alias hilang alias tidak akan hidup lagi. Soal tidak bisa mendengar bagi penghuni kubur kita misalkan saja
seseorang yang sedang tidur, tetapi ketika dipanggil-panggil dia tidak
bangun karena tidak mendengar. padahal dia hidup. Mungkin anda pernah mengetuk pintu orang yang sedang tidur tetapi orang tersebut tidak bangun. Atau anda mungkin pernah memanggil teman anda yang sedang tidur tetapi tidak bangun-bangun dan setelah anda goyang-goyangkan badannya baru dia bangun.
Salam kepada yang sudah meninggal itu memang tidak dilarang tetapi lebih afdol berdo'a kepada Allah agar dosa orang yang meninggal diampuni, meski semua hanya Allah yang bisa memutuskan.