=====> ISLAM DOES  NOT SUPPORT TERRORISM <=====
ISLAM RAHMAT SELURUH ALAM



VIDEO SATU JAM CARA MEMAHAMI YESUS SEBAGAI ANAK TUHAN

Imanuel Bukan Berati Yesus Adalah Tuhan

Umat Kristen sering mengkaitkan kata "Emanuel atau Imanuel" sebagai bukti bahwa Yesus adalah Tuhan. Sekarang mari kita lihat makna dari "Emanuel atau Imanuel" sehingga kita bisa tahu makna yang sesungguhnya.

Imanuel berarti “Tuhan bersama kita”. Apa yang ada dibenak anda ketika membaca atau mendengar kalimat “Tuhan bersama kita”?. Kalimat ini mengindikasikan suatu konteks motivasi (sebuah kalimat motivasi) atas masalah yang sedang dihadapi oleh pengikut Tuhan (orang yang beriman). Kata ini adalah kata yang sangat universal dan menembus batas waktu. Kita atau siapapun ketika dililit masalah padahal kita tidak bersalah, akan berusaha menguatkan diri dengan perkataan “Tuhan bersama kita”.Misalnya :

Anda dan orang tercinta anda sedang menghadapi masalah berat, entah berupa fitnah atau ancaman pembunuhan, menghadapi masalah diatas anda akan menguatkan diri anda dan orang tercinta disekeliling anda dengan perkataan "Jangan takut, Tuhan bersama kita". Ini sebagai bentuk pembelaan terhadap diri anda dan bahwa Tuhan akan membela anda karena Tuhan tahu anda tidak bersalah atau Tuhan tahu anda adalah orang yang benar atau beriman. Bahwa Tuhan akan selalu membela orang yang beriman.

Sekarang mari kita lihat konteks makna dari "Emanuel atau Imanuel" terhadap diri Yesus. Sehingga kita bisa tahu mengapa Yesus dikatakan "Emanuel/Imanuel". Sebelumnya mari kita baca ayat-ayat Alkitab Injil berikut ini :

Bilangan 14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Yeremia 1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

Hagai 2:4 Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,

Ayat-ayat diatas mengatakan “Tuhan menyertai engkau” hal ini sinkron dengan perkataan “Tuhan bersama kita”. Hal ini penting bagi kita untuk lebih bisa memandang secara lebih luas makna “Imanuel” dalam Bible. Dalam Perjanjian Lama kata “Imanuel” disinggung secara nyata dalam ayat sebagai berikut :

Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia IMANUEL

Pada ayat diatas kata “Imanuel” jelas sekali disinggung. Tetapi jika diperhatikan lebih seksama makna kata “Imanuel” yang berarti “Tuhan bersama kita” banyak terdapat dalam beberapa ayat Perjanjian lama sebagai janji bahwa Tuhan akan bersama orang yang teguh pada-Nya, misalnya :

KEPADA ISHAK
Kejadian 26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,………

Kejadian 26:24 Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; …….. 

KEPADA YAKUB
Kejadian 28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ……. 
Kejadian 31:3 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: “Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau.” 

KEPADA MUSA
Keluaran 3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, ……(Janji kepada Musa)

KEPADA YOSUA
Yosua 1:5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; …. 

Yosua 3:7 Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. 

KEPADA SAUL
1 Samuel 10:7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau

KEPADA DAUD
2 Samuel 7:9 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. 

KEPADA GIDEON
Hakim-hakim 6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” 

KEPADA MARIA
Lukas 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” 

BAHKAN KEPADA PAULUS
Kisah Para Rasul 18:10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini. 

Kalimat “Tuhan menyertai engkau” dalam ayat-ayat diatas tentu berdasarkan berbagai konteks yang timbul saat itu. Dalam Perjanjian Baru kata “Imanuel” juga muncul dalam Matius 1:23Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia IMANUEL” –yang berarti: Allah menyertai kita. 


Bagaimana konteks kata “Imanuel” dalam Matius 1:23 diatas?. Dalam falsafah Yahudi yang penuh perumpamaan, anak adalah salah satu perumpamaan. Dimana anak usia dewasa identik dengan umur 12 tahun. Seorang anak yang belum dewasa belumlah tahu perbuatan baik dan jahat. Dan inilah yang dijadikan dasar perumpamaan dalam Yesaya 7 :16-17 :

7:16sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.7:17TUHAN akan mendatangkan atasmu dan atas rakyatmu dan atas kaum keluargamu hari-hari seperti yang belum pernah datang sejak Efraim menjauhkan diri dari Yehuda–yakni raja Asyur.”

Dengan demikian dalam ayat diatas menegaskan bahwa sebelum waktu 12 tahun raja Asyur akan meninggalkan Yehuda. Saat itu merupakan masa yang genting dimana Yehuda membutuhkan sebuah kekuatan yang besar agar terhindar dari serangan Asyur dan Israel. Saat-saat genting itulah Nabi Yesaya berkata :

Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia IMANUEL

Tentu makna Imanuel diatas bukan merujuk ke Yesus, jika merujuk ke Yesus bukankah menunggu waktu 700-an tahun. Sebelum Yesus datang tentu Kerajaan Yehuda akan musnah dahulu. Menurut literatur Yahudi, Nabi Yesaya ketika peristiwa ini terjadi ditemani oleh anaknya yang bernama “Maher-Syalal Hash-Bas” (Yesaya 8 :1-3). Jadi sesungguhnya makna “Imanuel” dalam Yesaya 7:14 adalah kiasan “Tuhan bersama kita” yang juga bersamaan penggunaan anak dari nabi Yesaya “Maher Syalal Hash-Bas”. Coba perhatikan ayat berikut:

Yesaya 8:18 Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion. 

Jadi makna Imanuel dalam Yesaya 7:14 itu identik dengan anak sebelum umur 12 tahun dimana untuk memanggil Bapa-Ibu saja belum tahu, yang dijadikan kiasan oleh nabi Yesaya atas anaknya sendiri, coba perhatikan ayat Yesaya berikut :

8:3Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas,8:4sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur.”8:5TUHAN melanjutkan lagi firman-Nya kepadaku:8:6“Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya,8:7sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya,8:8serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya IMANUEL!” 

Dalam Perjanjian Lama, penggunaan kata anak-anak dalam sebuah ayat merupakan hal yang umum. Itu merupakan bagian dari hubungan religiusitas bahwa anak merupakan lambang kesucian tanpa dosa. Coba kita perhatikan ayat dibawah ini (Hosea 1:3-10) :

1:3Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki.1:4Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: “Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel.1:5Maka pada waktu itu Aku akan mematahkan busur panah Israel di lembah Yizreel.”1:6Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: “Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.1:7Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.”1:8Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki.1:9Lalu berfirmanlah Ia: “Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu.” 1:10Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup.”

Di ayat yang lain dikatakan sebagai berikut : 

Yesaya 7

7:3Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,

7:13Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?

7:14Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

7:16sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.

Kemudian anda bacalah Yesaya bab 8 dibawah ini :

8:3Kemudian aku (Yesaya) menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, 

8:4sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur."

8:7sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya,

8:8serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!"

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apa konteks Matius menggunakan kata “Imanuel” dalam Matius 1:23?. Coba perhatikan ayat Matius berikut :

1:20Tetapi ketika ia (Yusuf) mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.1:21Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”1:22Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:1:23“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. 

Coba perhatikan, dalam Matius 1:21 Jelas sekali anak yang akan dilahirkan oleh Maria akan dinamai Yesus. Lalu mengapa tiba-tiba Imanuel melompat ke ayat Yesaya 7:14 (lihat Matius 1:23)?. Sepertinya ada suatu konteks disini dimana Yusuf merasa kebingungan atas apa yang dihadapi atau dialami oleh Maria, dimana Maria mengandung dan difitnah oleh orang Yahudi bahwa Maria telah berzina. Oleh karena Yusuf tidak ingin namanya ikut tercemar atas Maria dia ingin menceraikannya. Tetapi datanglah Malaikat yang menguatkan diri Yusuf dengan kata “Imanuel”. Sehingga Yusuf pun mengurungkan niatnya.

Dalam konteks yang lain dalam Perjanjian Baru (Matius), Yesus menyuruh muridnya menyebarkan Injil, tentu ada beberapa murid yang bertanya : “Bagaimana kami dapat melakukan itu”. Maka Yesus menjawab “Tuhan akan menyertai”.

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” 

Kalimat “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman “ tentu merujuk pada Bapa, bukannya Yesus. Karena hal ini senada dengan ayat Keluaran berikut, dimana Musa seakan tidak percaya bagaimana ia harus membawa keluar bangsa Israel dari Mesir :

3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”3:12Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

Kesimpulannya, Matius berusaha untuk menghubungkan Konteks “Tuhan bersama kita” dalam perjanjian baru dengan Perjanjian Lama!. Bahwa Tuhan selalu hadir sepanjang sejarah peradaban manusia!.

RANDOM ARTIKEL